Pengertian, Struktur, Ciri kebahasaan Teks Tanggapan Kritis
Pengertian :
Teks tanggapan kritis adalah teks yang berisi suatu tanggapan secara kritis
terhadap suatu objek yang mengandung masalah. Objek yang mengandung masalah
antara lain fenomena alam (banjir,gempa bumi,angin puting beliung), fenomena
sosial, dan dapat juga berupa karya fiksi (Tidak nyata) dan nonfiksi (Nyata).
Struktur :
Ada 3 struktur teks tanggapan kritis antara lain :
1)Evaluasi
Evaluasi adalah bagian teks yang berisi pernyataan umum tentang persoalan
yang disampaikan oleh penulis. Evaluasi merupakan bagian awal teks tanggapan
kritis.
2)Deskripsi teks
Deskripsi teks adalah bagian yang berisi informasi mengenai alasan yang
mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. Deskripsi teks merupakan
bagian tengah teks tanggapan kritis.
3)Penegasan ulang
Penengasan ulang adalah bagian yang berisi penegasan ulang terhadap apa
yang diputuskan. Penegasan ulang merupakan bagian akhir teks tanggapan kritis.
Unsur Kebahasaan :
Berikut unsur kebahasaan atau ciri kebahasaan teks tanggapan kritis :
1)Menggunkana kalimat kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih
yang memiliki hubungan bertingkat. Klausa adalah satuaan gramatikal atau satuan
kebahasaan yang terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat kompleks disebut juga
dengan kalimat majemuk bertingkat. Kata hubung atau konjungsi yang menunjukkan
hubungan subordinatif dalam kalimat kompleks antara lain :
-Hubungan sebab : sebab, karena, oleh karena
-Hubungan akibat : hingga, sehingga,sampai
-Hubungan tujuan : agar, supaya, untuk
-Hubungan waktu : ketika,tatkala, pada waktu itu, sebelum, sejak, setelah,
selama
DST
Contoh : -Saya menulis buku ketika malam sudah larut
-Andre tidak sekolah karena sakit
-Asilah membaca buku yang berjudul teks
tanggapan kritis
2)Menggunakan konjungsi / kata hubung
Konjungsi adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan
frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, paragraf dengan paragraf.
Misal : dan, tetapi, lalu, kemudian, akan tetapi, namun, meskipun, demikian,
oleh karena itu, lagi, serta, dst.
Contoh : -Perampuan itu cantik dan pintar
-Andre suka matematika tetapi dia tidak suka
bahasa Inggris
-Asilah pergi ke toko roti akan tetapi uangnya
tertinggal di rumah
3)Menggunakan kata rujukan
Kata rujukan adalah kata yang digunakan untuk merujuk kata yang sebelumnya
sudah digunakan. Kata yang dirujuk misalnya orang, benda, hewan, tumbuhan, DST.
Kata rujukan yang sering dipakai atntara lain : ini, itu, di sini, di sana, di
situ, tersebut, nya.
Contoh : Sewaktu di SMP dulu saya mempunyai sahabat yang bernama Rizal.
Sekarang anak itu sudah berada di bangku SMA.
Kata yang dirujuk : Rizal
Kata rujukan : itu
4)Menggunakan Pilihan kata
Kata yang harus digunakan oleh penulis aharus memenuhi kriteria berikut :
-Dapat menyampaikan pesan secara tepat
-Memiliki konotasi yang baik
-Sesuai dengan konteks pembicaraan
-Tidak menggunakan bahasa asing
-Memiliki keindahaaan bunyi
Contoh :
Pahlawan itu gugur ketika perang
( pemilihan kata gugur lebih tepat daripada kata mati karena berkonotasi lembut
dan hormat)
5)Menggunkan kata kerja aksi
Kata kerja aksi adalah Kata yang menyatakan suatu tindakan. Berikut jenis
jenis kata kerja :
-Kata kerja transitif : mengikuti, membeli, meneliti
-Kata kerja dwitransitif : membelikan, membuatkan, membacakan
-Kata kerja semitransitif : bermain, bercerita, berbicara
-Kata kerja tak transitif : pergi, datang, pulang
Contoh : -Pak guru membacakan teks tanggapan kritis
-Rachmad
membeli durian
-Asilah
bermain boneka
Sekian penjelasan dari saya mohon maaf kalau ada salah kata dan semoga bermanfaat.Tinggalkan pesan dan saran di komentar.

Ini ilmu bahasa ya, makasih penjabarannya.
ReplyDeleteIya semoga bermanfaat ^_^
ReplyDeleteTeknis membuat teks atau menganalisis teks?
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMakasih Infonya Kak.. :)
ReplyDeletemakasih
ReplyDeleteThanks
ReplyDelete